TATKALA bencana tsunami memorak-porandakan Aceh, lebih dari enam tahun lalu, hati dan pikiran seakan tersadarkan bahwa ada “sesuatu” yang salah di Bumi Pertiwi ini. Seluruh bangsa menangis, tertunduk, lalu teringatkan bahwa manusia bagaikan butir-butir debu di hadapan Al-Khaliq. Setinggi apa pun pangkat seseorang, sebesar apa pun kekuasaan seseorang, tidak ada artinya di hadapan Allah Yang Mahatinggi dan Mahabesar.
Laksana ombak yang menggulung pantai, bencana demi bencana datang bertubitubi menghantam bangsa ini. Usai tsunami Aceh, datang tsunami Pangandaran, Jawa Barat, jebolnya Bendungan Situ Gintung di selatan Jakarta, gempa bumi Padang, hingga meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta dan Gunung Bromo di Jawa Timur.
Cry for Indonesia pun menjadi jargon di dunia maya. Tidak hanya di dalam negeri, keprihatinan dan belasungkawa datang pula dari dunia internasional. Berbagai negara memberikan bantuannya. Beribu-ribu relawan turun tangan memberikan pertolongan dan melakukan penyelamatan.
Entah berapa puluh ribu nyawa telah melayang. Banyak anak-anak yang kehilangan orangtuanya. Banyak orangtua yang kehilangan anaknya. Banyak pula keluarga yang ditinggalkan sanak famili untuk selama-lamanya. Trauma pasca-bencana pun selalu menghinggapi para korban yang selamat.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Bangsa ini seperti terjangkit penyakit amnesia. Bencana demi bencana hanya mampir sesaat dalam pikiran dan sesaat pula kesadaran menyelimuti jiwa, tapi kemudian kemaksiatan kembali membuncah. Padahal, Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Quran surah Asy-Syura ayat 30: “Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” Dalam surah Al-Anfaal ayat 52, Allah SWT menegaskan: “Azab yang demikian itu disebabkan perbuatan tanganmu sendiri. Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.”
Korupsi, penyalahgunaan wewenang, suap-menyuap, dan kongkalikong dalam berbagai hal seakan menjadi perbuatan yang lumrah. Maka, muncullah kasus mafia hukum, mafia pajak, kasus suap pemilihan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia yang melibatkan para anggota legislatif, dan berbagai kasus lainnya.
Bersambung



Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Menjelang akhir bulan Ramadhan kemarin, di tempat saya terjadi bencana tepatnya Kecamatan Sebulu Desa Sebulu Hilir, puluhan rumah amblas karena abrasi Sungai Mahakam.
Ada hubungannya atau tidak secara langsung, saya mayakininya bahwa Allah memperingatkan manusia bahwa inilah pelajaran atas eksploitasi besar-besaran bumi Kalimantan. Tanah dikeruk dalam untuk diambil batu bara kemudian meninggalkan kolam-kolam puluhan kilo meter menganga, sangat memprihatinkan. Semoga kami semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran penting dibalik musibah ini.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, minnal a’idin wal fa’idzin, mohon maaf lahir batin
Selamat Hari Raya Idul Fitri, minnal a’idin wal fa’idzin, mohon maaf lahir batin
Trims sudah diingatkan melalui tulisan ini
IYA sama sama mbak
anak sebagai penerus bangsa,agama dan keluarga harus diselamatkan akhlaknya
setuju banget mbak
Indonesia strong from home!!!
segalanya telah tersurah dalam Al-Qur’an,, amal ibadah, sedekah jariah dan anak yang shaleh menjadi modal kita di hari sidang akbar nanti. Semoga kita menjadi hamba-hamba yang selamat iman.. amin
Semoga kita menjadi hamba-hamba yang selamat iman.. amin
terus terang saya jenuh kalau baca koran online beritanya itu itu melulu, korupsi dan korupsi lagi
tapi kan di sini gak gitu terus juga mas
Mudahan kita bukan termasuk yang semakin memperburuk keadaan bumi,
sehingga ekosistemnya tercerabut oleh tangan kita, memangnya siapa kita?
setuju.. memangnya siapa kita
sawali tuhusetya / April 18, 2009wew baru tahu nih, mas fajar, kalau video yobtuue bisa menajdi salah satu teknik seo. selama ini saya belum pernah bikin video versi yobtuue. makasih share-nya.sawali tuhusetyas last blog post..Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8)Reply
Banyak sekali memang bencana yang terjadi dinegeri ini, baik dari alam maupun bencana yang disebakan manusia itu sendiri.
Semoga bencana bencana itu bisa mengingatkan kita akan Nya dan alam sekitar kita yang kurang dipelihara dan dilestarikan.
Thank’s ya sudah singgah di Jejak lalu.
Salam.. .
Thank’s juga ya sudah singgah di Majalah Masjid Kita..
Salam..
Itulah yang kurang mendengarkan sirahan / ceramah agama, sehingga lupa kalau akan ada kehidupan kedua, jadi jangan terbuai dunia… dunia itu fana, dan sebenarnya hidup didunia hanya untuk ibadah mencari ridhonya…!! Thanks di ingatkan melalui article diatas, bermanfaat sekali.
sama sama mas.. semoga benar adanya bisa bermanfaat mas ya
yo kita harus selamatkan bersama-sama
mari kita mulai dari individu-individu kita masing masing mas
nice post sobb…
terimakasih mas
Semoga kita terus diingatkan dengan kejadian bencana2 yang belakangan sudah terjadi. Dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Semoga kita terus diingatkan dengan kejadian bencana2 yang belakangan sudah terjadi. Dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
makasih artikelnya telah mengingatkan kita semua semoga dengan artikel ini kita bisa ingat selalu pada sang pencipta dan bisa menyelamatkan akhlak bangsa Indonesia
sama sama kembali kasih mas ya
.. semoga dengan artikel ini kita bisa ingat selalu pada sang pencipta dan bisa menyelamatkan akhlak bangsa Indonesia..
kalau tips dari saya lebih baik gak usah memikirkan maalash berapa Pagerank blog kita, lebih baik memikirkan apa sih tujuan kita ngeblog, bagaimana isi blog kita, dan bagaimana tanggapan pembaca setelah berkunjung ke blog kita, nah imbas dari semua ini tentunya kita akan mendapatkan semacam hadiah dari google dengan mendapat pagerank tinggi di blog kita Saya setuju banget ma prinsipnya sob.. Salam kenal
harus terjaga akhlak jangan sampai rusak
mantab artikelnya buat mata terbuka…
srtuju… harus terjaga akhlak jangan sampai rusak
ass
yup setuju selamatkan ahklak bangsa.
semoga anak2 kita semua berahklak mulia.
semoga anak2 kita semua berahklak mulia.. indonesia strong from home
post yang bagus sob ,itu semua peringatan buat kita ,terkadang manusia nggak menyadari peringatan2 itu ,waktu bencana banyak terurai air mata ,setelah lepas dari bencana mulai melimpah lagi perbuatan dosa ,,kemaksiatan salah satunya ,semoga bangsa ini cepat sadar ..
mantap doanya mas.. amin.. semoga bangsa ini cepat sadar
Setiap perbuatan buruk yg dilakukan manusia itu berpengaruh dg kondisi alam di bumi.Demikian pula bila amal manusia naik kepada Allah dalam keadaan baik maka langit akan mencurahkan rahmat-Nya, serta bumi akan mengeluarkan berkah-Nya.
Bencana yg melanda seluruh dunia ( bukan hanya di Indonesia ) adalah buah dari perbuatan manusia itu sendiri, mudah-mudahan kita diberi kesadaran utk selalu ishlah diri, paling tidak kita sendiri tidak menyumbang saham bibit bencana dan musibah.
Setuju bahwa bencana itu merupakan jatuhnya sifat yang satu kepada sifat yang.. tidak langsung akan mengakibatkan suatu aksiiden untuk yang lainnya… sifat tidak baik pada akhirnya dapat membawa pengaruh buruk…
mulai dari yg kcil dlu sob
btw nice share
setuju mas..
harus gitu.. gak bisa langsung yang ‘wah’..
Permasalahan yang rumit dan kompleks memang, karena sudah mengakar kuat…
wahh kalau mikirnya seperti ini.. gak akan ada perubahan dong
Ada hikmah di balik bencana, itulah yang di pelajari..tapi apakah bangsa ini akan memetik dan mempelajari? iitulah masalahnya..
Karena benih karma buruk mereka yang terdahulu matang..
wah, makasih atas pengingatnya
sama sama mbak
sebenarnya ini adalah pengingat dari Allah untuk para pembuat kebijakan besar negri ini. Potret dari semua bencana dan musibah adalah makna dari teguran dari yg di atas, hanya saja banyak dari orang orang tdk tahu dan bebal trhdap tanda tanda ini…
Tentunya teguran atau peringatan tidaklah sedahsyat sanksi/adzab. Namun dengan teguran yang berupa bencana ini, kita bisa membayangkan bagaimana dahsyatnya bentuk adzab Allah jika tegurannya sudah seperti ini..
Karena itulah bencana adalah peringatan yang tepat bagi kita semua untuk mengevaluasi diri, jangan-jangan ini semua adalah akibat ulah kita sendiri..
Wah posting ny kren sob, klo ada waktu mampir jg k blog q y sob…
insya allah mas saya mampir
terimakasih mas tuk komentarnya
smoga dgn banyaknya bencana di negri tercinta ini bisa lebih menyadarkan kita2 dan pemimpin2 kita
Sesungguhnya, Allah tidak menciptakan apa pun tanpa tujuan; setiap bencana merupakan peringatan bagi umat manusia.. smoga dgn banyaknya bencana di negri tercinta ini bisa lebih menyadarkan kita2 dan pemimpin2 kita..
memang betul segala yg berlaku ada sebab dan tujuannya.
setuju mas
ijin menyimak dulu, mengingat ada sangkut pautnya ayat Al Qur’an dengan keadaan bangsa
silahkan mas
ketika dunia fana sudah membius mengental mengaliri seluruh nadi jiwa raga dan terlupakan bahwa sesungguhnya kita semua adalah hamba-NYA maka hatipun mengeras, takwa dan iman kepada Sang Khaliq menipis, sehingga bencana dan adzab dunia hanyalah dianggap sebagai lelucon belaka , hingga tiba pada akhir zaman ketika semua amalan ibadah kan dihizab, tiada guna lagi derai tangis samudra air mata untuk meminta kesempatan kedua menjadi hamba-NYA yang sejati …
semoga kita semua senantiasa mendapat limpahan hidayah-NYA untuk agar senantiasa terpanggil hati jiwa raga selalu menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA..amiiin
Sesungghnya azab dunia itu jauh lbh ringan daripada azab akhirat. Azab akhirat jauh lbh berat dan lbh pedih di luar yg dapat dibayangkan manusia
semoga kita semua senantiasa mendapat limpahan hidayah-NYA untuk agar senantiasa terpanggil hati jiwa raga selalu menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA..amiiin
entahlah bencana2 yang menimpa harusnya dijadikan cambuk untuk memperbaiki diri
namun lagi2 manusia, suka terlena
semoga kita semua senantiasa mendapat limpahan hidayah-NYA untuk agar senantiasa tidak terlena seperti yang mbak bilang.. dan terpanggil hati jiwa raga selalu menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA..amiiin
sayangnya kita gak pernah atau sering lupa dengan apa yg telah terjadi hingga “dosa” yg sama tetap saja dilakukan
istilahnya tobat sambel ya mas
Ya Rabb.. sadarkanlah para pemimpin korup dengan keinsyafan atau dengan azab-Mu bila perlu. Amiiin.
sabar mas
bagi mereka yg selamat cuma berpikir “aaaah untung gue ga kena”
terus mereka lalu beraktivitas seperti biasa melakukan maksiat
maksiat bagaikan sebuah kebiasaan dan kebudayaan
yg kalo ditinggalkan menjadi suatu hal aneh
Dan balasan atas semua ini adalah azab yang amat pedih. Azab dunia dan akherat.
ini perlu direnungkan nih sob. makasih ya.. terasa banget.
semoga bermanfaat mas
semoga bermanfaat mas
terimakasih juga buat mas nya…
seharusnya bagi yang korupsi itu diberi hukuman yang lebih berat gan, masa mentang2 pejabat negara fasilitas untuk hukumannya mudah dan ringan, apa kata dunia gan?
salam kenal gan saya dari Ponorogo kota Reyog gan nama saya aziz biasa dipanggil zendun sehinnga saya punya alternatif untuk memmbuat blog saya zendun.wordpress.com
Korupsi laksana monster yang masih menggerogoti negeri ini. Belum lagi selesai kasus yang satu, muncul pula kasus korupsi yang lainnya. Ironisnya, pelaku korupsi bukan orang bodoh tetapi justru dilakukan orang-orang pintar dan berpendidikan tinggi. Bahkan tidak sedikit pula di antara mereka yang beridentitas “agama: Islam”…
Dengan upaya keras dan senantiasa berharap dihadayah dari Allah SWT, semoga korupsi dapat diberantas di negeri ini. Dengan begitu kutukan Allah tidak pernah terjadi…
Kejadian tsunami di acheh pada 2004 sangat meninggalkan kesan mendalam buat kami rakyat di Malaysia. Sangat terkesan dengan kejadian itu. Pada tahun 2008 saya ada turun ke Banda Acheh utk myelesaikan kerja pembinaan sekolah anak2 yatim yang didirikan oleh syarikat tempat saya bekerja. Semoga semuanya kembali tenang
ya amien.. smoga semuanya kembali tenang
kalo begitu dimulai dari sendiri aja sih menurut ane mah