SDIT Harapan Ummat – Jakarta

SDI-T-HARAPAN-UMMAT--JAKARTA

Terus berkembang di tengah tantangan yang semakin berat. Mendidik siswa secara paripurna antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan. Lulusannya hafiz tiga juz Quran, 100 hadis, dan 100 doa.

SEKOLAH dasar Islam terpadu (SDIT) bagaikan primadona yang menjadi pusat perhatian, beberapa tahun belakangan ini. Hampir di setiap daerah, terutama di Jakarta, SDIT tumbuh subur. Masing-masing hadir dengan keunggulan yang tidak bisa didapat di sekolah-sekolah lain.

Konsep pendidikan yang diterapkan pun banyak mengacu pada pendidikan keagamaan khusus, yang dipadukan dengan kurikulum resmi dari pemerintah.

Menjadi Manusia Unggul

Salah satu SDIT yang cukup menonjol dan memiliki keunggulan khusus itu adalah SDIT Harapan Ummat. SDIT yang berlokasi di kompleks militer Berlan, Matraman, Jakarta Timur, ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya, terutama tentang pemahaman siswa atas ayat-ayat Al-Quran. Tak mengherankan jika lulusan SDIT Harapan Ummat setidaknya hafiz (hafal) tiga juz Al-Quran, 100 hadis, dan 100 doa, sekaligus memahaminya. Tentu ini menjadi keunggulan tersendiri, karena tidak banyak kaum muda muslim Tanah Air yang memiliki kemampuan seperti itu.

Dalam perjalanannya, SDIT Harapan Ummat memiliki pengalaman yang cukup berliku. Banyak tantangan dan hambatan yang dialami pada saat awal berdirinya. Butuh kerja keras dan mental baja untuk mempertahankan dan mengembangkannya hingga tetap tegak berdiri dan terus berkiprah di dunia pendidikan hingga saat ini. “Bahkan pada saat itu pernah ada surat kaleng dan demo yang menentang berdirinya sekolah ini,” kata Kuswadi Kusman, Ketua Yayasan Daruttaqwa Berlan ketika itu yang kini menjadi pembina yayasan. SDIT Harapan Ummat memang berada di bawah naungan Yayasan Daruttaqwa Berlan.

Tidak hanya sampai di situ. “Beberapa orang kemudian menandatangani surat pernyataan ketidaksetujuan mereka,” ujar Kuswadi Kuswan. Namun, bagi Pak Kus –demikian Kuswadi Kusman biasa disapa– semua itu menunjukkan perhatian mereka yang besar pada langkah yang dilakukan
pihak yayasan.

Guna mencari solusi terbaik, Pak Kus pun mengundang mereka untuk mendiskusikannya. “Ketika itu, saya memberi kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan unek-uneknya. Satu per satu saya persilakan mereka berbicara dan menyampaikan keberatannya. Setelah itu, satu per satu pula saya jawab semua unek-unek yang mereka sampaikan,” papar Pak Kus kepada Masjid Kita, awal Februari lalu.

bersambung…

Ilham Hanafie

About the Author

Makmurkan Masjid, Berdayakan Umat adalah semboyan kami, Majalah Masjid Kita. Kami beralamat di Komplek Masjid Istiqlal Ruang 17-18 Jl Taman Wijaya Kusuma Jakarta Pusat Hubungi kantor kami di 021-3453809 atau 021-3453780