Dari luar, Masjid Jami Baitul Akbar ini seperti hanya memiliki satu lantai saja, namun ketika masuk di dalamnya, terdapat lantai kedua yang dipagari dengan pagar stainless dengan balutan kaca transparan. Selain itu, di bawah pagar juga nampak terlihat kaligrafi dengan bingkai warna hijau daun.
Posisi bangunan Masjid Jami Baitul Akbar ini sengaja tidak menghadap kiblat, karena pertimbangan pemanfaatan lahan yang ada. “Karena untuk menghemat tanah dan bangunan tidak terlihat menyerong dari sisi jalan raya. Awalnya banyak orang mengira tampilan masjid ini adalah showroom, tapi itulah yang membuat unik dari masjid Baitul Akbar ini,” katanya.
Menurut Ghofar, dinding-dinding masjid yang ada dilapisi kaca, namun sudah ada pemugaran dan menggantinya dengan tralis dan triplek agar tidak terlalu panas akibat dari panas dari luar. Selain itu untuk mendapatkan sirkulasi udara yang cukup.
Masjid Jami Baitul Akbar juga dikelilingi kaligrafi al-Qur’an. Pemasangan kaligrafi di sisi-sisi tembok memberikan kesan spiritual secara mendalam bagi setiap jamaah yang berkunjung ke masjid ini. Berikut makna-makna yang terkandung dari tulisan Arab yang tampil pada dinding-dinding masjid.
“Masjid ini dibangun selain sebagai tempat beribadah secara spiritual, juga sebagai pengingat bagi setiap mukmin, bahwa antara akhirat dengan duniawi haruslah seimbang. Setelah shalat dianjurkan untuk menunaikan aktivitas lain, yaitu kerja,” ujarnya.
Sementara itu mimbar masjid bertuliskan dua kalimat syahadat yang mencirikan sebagai kalimat utama yang wajib dilafadzkan bagi seluruh umat Muslim. Posisi mihrab yang sedikit melenceng dengan posisi luas sebelah memberikan celah mimbar untuk menempati ruang yang luas sementara sisanya untuk ruang imam.
Menara berbentuk persegi menjulang ke atas dengan ditandai di atasnya terdapat kubah kecil berlambangkan bintang dan bulan sabit. Posisinya berada di sebelah kanan depan masjid. Dinding menara yang dilapisi batu bergalur warna hitam menambah kesan kekokohan menara ini.
Selain bentuk ornamennya yang cukup apik, masjid ini setiap Sabtu rutin mengadakan pengajian kajian Islam untuk memberikan pemahaman kepada jamaah akan Islam yang rahmatan lil alamien. Karena itulah, pengurus masjid berharap masjid ini bisa melahirkan ukhuwah Islamiyah.
“Kami berharap semoga masjid ini dapat lebih merangkul jamaanya lebih banyak, khususnya saat shalat berjamaah. Dan semoga bisa membawa kerukunan dan tetep istiqomah di jalan Allah,“ ungkapnya seraya tersenyum.

Masjid yang indah, apalagi dikelilingi dengan kaligrafi. Semoga makmur.
Ohya Mas, saya ada hadiah untuk sampean, di blog saya, di kolom komentar persis di bawah komen nya Mas. Salam hangat;
terimakasih sekali mas buat award tak terduganya
saya lagi sedot nih sekarang………………………
teduh sekali mampir malam disini…..selamat malam jg ^^
waduh mbak irma hadir… memangnya tidak malam mingguan sama keluarga gitu?!?!
terimakasih sekali mas buat award tak terduganya
saya lagi sedot nih sekarang
kalau di blog saya ada review restoran di blog ini ada review masjidnya, mantap!!!
iya saya baru menyadari itu mas… lucu juga ya.. hehehee
jadi pengen sholat di masjid itu.
yuk kita sama-sama ke sana mas
wawww… indah sangat ya sob mesjidnya.. review tentang mesjid, unik juga ide blog nya..
bukan blog tentang masjid mas sebenarnya.. tapi tentang Majalah Masjid Kita
mesjid jami baitul akbar itu dmn ya??
coba dilihat post pertama dengan judul yg sama namun part I nya mas
monggo..
Assalamu’alaikum….
wa alaikum salaam
Semoga keindahan dan kesuciannya selalu terpelihara dengan baik dan bersih.
SALAM hormat dari Kendari.
salam hormat juga dari Jakarta mas
“Masjid ini dibangun selain sebagai tempat beribadah secara spiritual, juga sebagai pengingat bagi setiap mukmin, bahwa antara akhirat dengan duniawi haruslah seimbang. Setelah shalat dianjurkan untuk menunaikan aktivitas lain, yaitu kerja,”
Makna yang indah dari kaligrafi di masjid ini.
Ibadah adalah ibadah, dan kerja, mencari maisyah adalah juga bagian dari ibadah. Duniawi dan ukrowi harus sejajar.
saya setuju banget sama mbaknya.. berikut isi dari kata2 pada kaligrafi tersebut
yang terpenting kita harus tetap mengunjungi masjid untuk sholat berjamaah, rugi punya masjid bagus tapi umat yang sholat berjamaah hanya 1 deret sedang yang lain enak2an nonton gosip dan bergosip. yuukkk rajin jamaah di masjid
yuuk… :p
Subhanallah
Mesjid yang indah,semoga bisa makmur selalu. Amiin.
amien
Masjid yang indah tapi tak akan indah jika tak ada yg shalat di dalamnya .. untuk itu wahai sesama muslim mari kita shalat. Jadikan shalat sebagai sebuah kebutuhan.
saya suka sama kata-kata mas nya bahwa kita harus menjadikan itu sebagai sebuah kebutuhan
hehehe ia gpp ko mas ^^
btw jangan panggil mba ah,saia teh orang sunda
kalo mw teh rinda aja hehehe
muup2 juga br kesini,ma’lum lagi sibuk2nya kuliah n byk tugas ~_~
pengenyaaa bisa liat Masjid Jami Baitul Akbar @_@
Happy مولد النبي محمد – May you always guiding us till the end of our life…آمين يا الله “
ooooo orang sunda ya.. ya maaf deh.. maaf ya teteh..
gpp kok baru bisa mampir.. Happy مولد النبي محمد – juga… May He always guiding us till the end of our life too…آمين يا الله “
masjidnya trlalu mewah….
maksudnya mas?
masjid yang indah sekaligus megah
ya mas..
Kapan ya bisa shalat langsung di Masjid ini,
kira-kira bisanya kapan mbak?!
semoga masjid ini bukan hanya sekedar sebagai sarana ibadah melainkan sebagai sarana ukhuwah islamiyah.
amin amin ya rabbal alamiin
alangkah bagusnya bila ada fotonya mas, biar saya dapat membayangkan posisi bangunan yg tidak menghadap kiblat
masih merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya juga mengenai masjid ini, kami belum bisa memberikan fotonya karena sistem inventarisasi kami yang sepertinya agak… gmn gitu
mohon maaf jika karena ketidak nyamanan yg di akibatkan absennya photo yg seharusnya bisa di tampilkan
masjid yang indah.. namun akan lebih indah lagi jika orang2 berduyun untuk berobadah… mantappp postingannya:)
masjid kok tampilannya ky mall? smg bkn termasuk tanda tanda akhur zaman ya..
smg kegiatan yang dilakukan masih islami