Manusia diciptakan atas dua unsur yaitu jasmani dan rohani. Salah satu pemenuhan kebutuhan atas jiwa/rohani adalah melalui keyakinan terhadap sesuatu seperti misalnya agama. Prinsip dasar keyakinan terhadap agama berasal dari kepercayaan bahwa adanya suatu Dzat yang memiliki kekuasaan atas alam semesta yang melebihi kekuatan apapun di dunia. Islam menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap Tuhan (agama) merupakan fitrah dasar manusia.
Pemahaman Ketuhanan dan Iman
Pada dasarnya Agama Islam melarang membahas tentang hakekat Tuhan, khususnya hal yang berkaitan dengan mempertanyakan wujud Tuhan, karena Tuhan merupakan Dzat yang immaterial tidak mungkin dibuktikan wujudnya dan tidak berwujud dalam bentuk misalnya seperti arca (batu). Larangan tersebut tersurat dalam Hadist nabi yang mengatakan: ”Berpikirlah kamu tentang ciptaan Allah dan jangan lah kamu berpikir tentang Allah SWT sebagai pencipta, karena kamu tidak akan mampu”.
Oleh karenanya sebagai mukmin, yang memahami ajaran Allah SWT dan Sunnah Rasul, kita harus memahami bahwa di balik penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
Di dalam Al-Qur’an sendiri disebutkan setidaknya tiga bukti penting mengenai keberadaan Tuhan, yaitu Pertama bukti yang diambil dari kejadian alam, yang disebut sebagai pengalaman dasar atau pengalaman jasmani manusia, Kedua bukti tentang kodrat manusia yang disebut pengalaman batin manusia, Ketiga bukti yang didasarkan atas wahyu Tuhan kepada manusia yang disebut pengalaman tertinggi atau pengalaman rohani manusia.
Ruang lingkup pengalaman itu akan semakin sempit dan bukti akan semakin selektif, misalnya kejadian pada alam, ini hanya akan membuktikan bahwa alam semesta ini pasti ada. Ada yang menciptakan dan juga ada yang mengatur. Akan tetapi belum cukup membuktikan kepada manusia bahwa Tuhan itu ada.
Bukti tentang kodrat manusia terdapat kesadaran adanya Tuhan walaupun kesadaran itu mungkin berlainan dengan bermacam-macam kodrat, hanya waktu Tuhanlah yang menyingkap rahasia-Nya yang menjelaskan sifat-sifat mulia-Nya.
Beberapa bukti mengenai keberadaan Tuhan adalah Pertama, seperti adanya hukum evolusi; bukti adanya tujuan dan kebijaksanaan. Pemahaman evolusi berkembang sepenuhnya pada dua hal; menciptakan dan melengkapi, sehingga segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti mencapai kesempurnaan yang sudah ditentukan. Kedua, di jagat raya hanya ada satu undang-undang, hal selanjutnya bahwasannya dalam ciptaan Tuhan tak ada yang tak seimbang/keteraturan hukum alam. Ketiga, seluruh ciptaan di bawah satu pengawasan, keberadaan-Nya terlihat dalam jagat raya, segala sesuatunya mulai dari hal yang kecil hingga segala sesuatu yang berukuran besar tunduk pada satu undang-undang dan berada di bawah satu pengawasan, Yang Maha Mengetahui. Keempat, petunjuk yang diberikan oleh kodrat manusia: dalam jiwa manusia terdapat kesadaran tentang adanya Allah SWT. Tiap-tiap orang mempunyai sinar batin bahwa Allah SWT Maha Tahu, Maha Mencipta.
Menurut Ibnu Rusyid dalam mengembangkan keimanan kepada Allah SWT digunakan cara cara pendekatan yang sesuai dengan syariat Islam yaitu menggunakan dalil Nidham (kerapihan susunan alam) yang biasa disebut sebagai dalil Inayah Walikhitira (pemeliharaan dan penciptaan).
Adapun dalil Inayah merupakan teori yang mengarahkan manusia agar mampu menghayati wujud Allah SWT melalui penghayatan dan pemahaman manfaat alam untuk manusia.
Sedangkan dalil Ikhtira yang mengarahkan manusia mempelajari tanda-tanda kebesaran Tuhan melalui perenungan terhadap keserasian dan keharmonisan aneka ragam alam dengan Iman yang memiliki landasan bagi perbuatan manusia agar meneladani sifat-sifat terpuji Tuhan. Sehingga Iman tidak hanya berupa dogma saja, akan tetapi manusia memiliki pemahaman yang dalam.
Kesadaran Manusia akan Wahyu
Bukti paling meyakinkan tentang adanya Allah SWT ialah wahyu Illahi, dengan terungkapnya rahasia-rahasia sifat Tuhan itulah maka iman kepada Allah SWT menjadi faktor amat penting bagi evolusi manusia, karena hanya dengan mengetahui sifat-sifat Tuhan itulah yang memungkinkan orang untuk menempatkan cita-cita yang paling tinggi, yaitu mencontoh akhlak Tuhan agar manusia dapat meningkat ke puncak keluhuran akhlak yang tertinggi yaitu Allah SWT, Rabbul’alamin (Yang Memelihara dan Mengasuh Alam).
Maka dari itu mengabdi kepada Allah SWT adalah bekerja dengan sekuat tenaga guna melayani kepentingan sesama manusia dan mencintai sesama makhluk sekalipun makhluk tersebut tak dapat berbicara, dengan harapan keimanan tersebut dapat membawa perubahan dalam kehidupan manusia (kekuatan rohani yang mampu mengangkat derajat manusia menuju tingkatan yang tertinggi sebagai makhluk Tuhan).
Keyakinan Keagamaan
Manusia tidak dapat menjalani kehidupan yang baik atau mencapai sesuatu yang bermanfaat bagi kemanusiaan tanpa memiliki keyakinan-keyakinan, idealisme dan keimanan. Hanya agamalah yang dapat mengatasi kecenderungan sifat negatif manusia melalui keimanan dan ideologi. Hal ini menjadi mungkin hanya bila manusia menganggap keyakinannya sebagai suci dan merebut kendali mutlak atas dirinya.
Karena secara alami, manusia cenderung bergerak mencari kebenaran akan wujud yang suci. Manusia adalah pusat dari serangkaian bakat dan kecenderungan potensial-non materialistis yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Kecenderungan yang tidak bersifat materialistis secara bawaan dan kecenderungan spiritual tidak begitu saja ditanamkan dan dicapai, ia perlu terus dilatih, bila tidak digunakan secara tepat dan benar maka manusia akan mengambil arah yang salah akibatnya akan timbul penyimpangan keagamaan seperti pemujaan terhadap berhala, manusia ataupun terhadap alam.
Oleh karena itu sangatlah penting untuk memiliki keyakinan keagamaan karena hal tersebut merupakan satu-satunya keyakinan yang mampu mengatur pengaruh kecenderungan manusia menuju kebenaran terhadap wujud yang suci.
Konsep Tuhan merupakan hasil evolusi pemikiran subyektif manusia, karena manusia selalu membutuhkan sesuatu yang Supreme Being yang memiliki kekuatan atas segalanya. Dapat disimpulkan bahwa agama/kepercayaan terhadap Tuhan sangat dipengaruhi kehidupan manusia sebagai makhluk individu dan sosial.
Daftar Pustaka:
1. Murtadha Muntahhari. 1995. Perspektif Al-Qur’an Tentang Manusia dan Agama, Penerbit Mizan, Bandung.
2. Rahmat Noor dan Syamsul Arifin. 2003. Pendidikan Agama Islam ke Arah Pengembangan Kepribadian. Ulin Nuha Perss.
3. Departemen Agama. 1986. Tim Penyusunan Proyek Pembinaan Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum. Jakarta UT.Depdikbud.



kpn manusia bs sadar akan semua itu..
mohon maaf sekali mas, saya tidak mengerti bagaimana berkomentar di tempat mas nya, karena form commentnya seperti itu, saya gak tahu harus pilih yang mana.. Open ID saya juga gak angerti soalnya
sekali lagi saya minta maaf.. mohon bimbingannya, terimakasih atas kehadirannya di sini
saya sadar sesadar sadarnya dan ga ragu sedikitpun bahwa seisi bumi adalah ciptaan Tuhan
artikel yg bagus, bisa dipahami dan dimengerti…..
terimakasih mbak
Banyak juga sebetulnya manusia yang tidak tahu akan adanya Tuhan Allah sang pencipta makhluq.
Dalam Islam, Allah adalah satu-satunya Tuhan (tanpa sekutu), Sang Pencipta, Hakim dari seluruh makhluk, Maha Kuasa, Maha Penyayang, Maha Pemurah…
sungguh adem baca artikel ini..
makasih !! ..
terimakasih juga buat mas nya yang sudah menyempatkan mampir
bahasanya berat (-_-’) kek bahasa filsafat yaa…
tapi saya sepakat
dunia ini tak mungkin tercipta dengan sendirinya, pasti ada Pencipta Yang Maha Agung, Rabbul ‘Alamin.. Rabb Semesta Alam..
ini komentar satu ini.. setuju… saya pribadi juga
akan mengatakan demikian..
:thumbsup: Kita hanya meyakini bahwa Allah Sang Pencipta makhluk memang wujud dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
mbak asqa emang hebat dah
Assalam,
Terima kasih untuk komentarnya
Asqa
wah… mau ikutan komen tapi kok kayanya berat ya…
:p iya gak mengapa atuh kang
silahkan saja…
iya nih, comentnya pada berat-berat semua…
loh ko’ semua jadi malah mengomentari komentar komentar masuknya iya ???!!?
Assalamualaikum..
Bagus sekali perkongsiannya..
Makasih ya..
persekutuan (dagang); perseroan antar siapa dengan siapa nih?!?!
Dari sisi tauhid, yang tepat adalah Ada Tuhan maka ciptaan ada. Ini baru menempatkan hak Allah sebagaimana mestinya. Allah didahulukan karena memang Ia Yang Terdahulu.
Oleh sebab itu, pemahaman para arif billah itu didapat dari perjalanan menuju Tuhan dulu, setelah sampai, baru kembali ke umat. Sebagaimana sunnah isra-mi’raj Rasulullah Saw.
Sayang sekali inteletkual Islam lebih sering memulainya dari akal dan pencapaian teknologi, baru ke Quran. Dikhawatirkan, dalam perjalanan itu ada infiltrasi ideologi yang menodai. Sampai-sampai berani mereka merekonstruksi Al-Quran. Ini yang menyebabkan lahirnya penjahat-penjahat hakiki seperti orang-orang JIL dan liberalis yang mengatakan agama itu bagian dari budaya.
Orang tauhid bilang: Agama itu bagian dari ilmu ketuhanan.
“Tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Allah ” BILLAH”,, bergerak, berdiam, berangan-angan, berfikir dan sebagainya, supaya hati selalu sadar dan merasa … dalam jiwa seseorang akan lenyap karena penerapan TAUHID BILLAH…
saya menyimak dulu yah..
kalau memang tanpa agama manusia tidak bisa menjalankan kehidupan yang baik… kenapa sya suka liat orang yang mengaku beragama, tapi berkelakuan seperti binatang, dan juga sebaliknya…
mohon maaf untuk kesalahan dalam kata-kata saya
akidah yang benar akan menuntun manusia untuk berbuat yang benar pula
Semoga artikel yang bermanfaat buat kita semua
terimakasih tuk doanya.. Semoga artikel yang bermanfaat buat kita semua..
Artikel yang bisa meningkatkan keimanan kita semua…
Terima kasih atas kunjungannya
Ma’af jika salah,
Banyak kisah tentang Tuhan dan agama, ada yang sekedar copy, adapula yang mendapat pemahaman dari sering membaca kitab, soal benar salah yang jelas tetap nisbi.
Sampai lelah menggapai yang dibilang orang baik, hingga suatu ketika aku berkata ” Tuhan aku tidak akan pernah tahu Engkau tapi Engkau tahu aku, dan maafkan aku jika aku mulai tidak tahu agama musabab agama mulai terinfeksi kesimpang siuran dan kebencian”.
Sekedar pribadi, nabi diturunkan untuk memperbaiki akhlak manusia, tapi yang terjadi sekarang justru kekacauan dengan alasan agama (hebat ahli tafsir sehingga mampu membangkitkan kebencian dengan dalih fanatisme).
Aku cenderung memahami orang yang tua, biasanya orang tua yang sudah bau tanah setengah dari ruhnya mulai mewujud, dan biasanya bahasa mereka bukan bahasa nalar pintar, tapi cenderung aneh dan sering lepas dari ajaran, mungkin saja itu setengah dari bahasa ruh, dan aku yakin nantipun ruh yang ada.
Agak konyol, jika iblis menggoda dengan keburukan yang tampak, kira-kira orang sudah lari
musabab dalam kisah iblis memohon ijin untuk mengoda, bukan ijin untuk mengancam.
Licin, licin, hati-hati
mungkin aku yang iblis
cara-cara yang dirasa mampu untuk tidak menjerumuskan diri kita terhadap sikap fanatisme:
1. Membuka diri dari segala macam keadaan tanpa mendahulukan emosi. Dengan ini hati kita akan terlatih lebih bersikap netral dalam setiap keadaan, khususnya dalam mengetahui teori-teori baru.
2. Setelah kita membuka diri, maka sebaiknya kita mengkomparasikan antara teori lama dan teori yang baru kita kenal, dan tidak ada salahnya juga kita meminta pendapat orang lain.
3. Saling menghormati kepada sesama manusia yang berbeda pilihan dengan kita. Yakni dengan anggapan bahwa ini mutlak adalah pilihan pribadi dan murni tidak ada paksaan.
semoga memang benar bisa meningkatkan keimanan kita semua…
terimakasih juga tuk kehadirannya di sini..
manusia bila senag mudah shja lupa Tuhan.. jgn lewat bertaubat padaNYA sudahlah..
mari kita sama sama bertaubat
Assalaamu’alaikum wr.wb, sahabat yang baik..
Hadir untuk menyapa bagi terakhir kalinya sebelum mengundur diri dari keindahan persahabatan di maya. Saya sangat menghargai segala sapaan dan silaturahmi selama kita bersama.
Kita hanya bertemu lewat catatan di poskad kenangan. Hanya memandang kaburan wajah di potret khayalan. Hanya mengetik huruf-huruf di tinta minda. Maafkan saya lahir dan batin jika…. pada tutur kata yang sesekali mencalar hati dalam penulisan dan pendapat diberi.
Semoga Allah selalu memberkati persahabatan yang terjalin baik ini. Sebuah KENANGAN TERINDAH akan menyusul dalam diari kehidupan kita sebagai satu ikatan yang tidak bisa terlerai, andainya pertemuan itu bukan lagi milik kita. Doakan saya dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat. Aamiin.
Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari saya Siti Fatimah Ahmad, Sarikei, Sarawak.
tentunya kami sangat mendoakan dalam kehidupan ini di dunia dan akhirat..
terimakasih tuk kunjungan tetapnya mbak..
Salam mesra penuh ukhuwwah berpanjangan hingga ke akhirat dari kami di Majalah Masjid Kita..
Jakarta
bener banget pak.. semoga kita selalu bisa melihat tanda-tanda kebesaranNya..
amien amien ya robbal alamien…
Iiiiiiiiiihhh…. Ceritanya ada basaha jawa-nya. haha, napa nggak basaha padang aja kak??? :c:Cerita bagus, bercerita tentang PTN. hihi,, aku pengen juga dapet beasiswaaaa….. :e:Kira-kira ada gak cerita lanjutannya nih? soale penasaran kak dengan yang akhwat itu? Cakep apa nggak? Udah di-khitbah apa nggak? (Husss… ngawur deh.. haha)Oya, koreksi dikit yah…di paragraf terakhir tu sudut pandangnya beda kak, dia pake orang ketiga. padahal di awal udah konsisten dengan “aku”. harusnya sampai end “aku” juga. hehe… :h:
Alam semesta yang sifatnya lemah tapi memiliki keteraturan yang luar biasa. Sudah tentu ada yang mencipta dan ada yang mengaturnya. Dan itu sudah pasti Allah SWT
manusia yang sadar tentang kemaslahatan dirinya akan beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun…
artikel-artikelnya mantap gan,menambah keimanan nih,lanjutkan ….
terimakasih mas.. semoga bisa bermanfaat tuk kita semua
terimakasih mas.. semoga benar benar bisa bermanfaat tuk kita semua
Saya kira blog ini hanya menyediakan informasi tentang masjid saja. Ternyata dugaaan saya salah besar.
demikian kiranya mas
sering sering mas main ke sini
tar dapet es kelapa manis deh :p
zaman modern ini banyak sekali manusia yang tidak percaya adanya tuhan.
karena mereka tidak punya keyakinan akan tuhan dan berpikir semua menurut logika.
tidak percaya adanya hal yang ghaib,semoga kita di jauhkan dari pikiran itu dan lebih memantapkan keimanan kita..
nice artikel!
Agama adalah penterjemah ilmu pengetahuan kedalam kehidupan dan pengalaman manusia sebagai rakyat biasa. Dalam bentuknya yang kongkrit hal itu berkaitan langsung dengan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, peribadahan, akhlak dan perilaku manusia sehari-hari…
sippp..
teruskan berbagi ilmu..
Baik, terima kasih
puasa2 baca artikel ini
buat nambah pengetahuan
nice share